Setelah pertunjukan atau
hiburan ditampilkan, barulah acara inti Pengajian Umum juga dilaksanakan. Acara
tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Kedungdowo, beberapa tokoh disekitaran Desa
Kedungdowo, Penceramah Agama yaitu Bpk. Syaifullah, M. Si. beliau juga Pejabat
Kepala Kesra Pemerintah Kabupaten Situbondo. Dalam Ceramahnya, beliau
menekankan bagi para Ibu wali murid agar mendidik anak - anak mereka agar
menjadi anak super sehingga bisa menjadi anak yang bisa berbakti kepada nusa
bangsa dan agama serta kepada orang tua.
Kamis, 11 Juli 2013
PENGAJIAN UMUM DAN MENYAMBUT DATANGNYA BULAN SUCI RAMADHAN 1434 H. MADRASAH DINIYAH AL - BAROKAH DESA KEDUNGDOWO
Rabu, 10 Juli 2013
HILAL TIDAK TERLIHAT SENIN SORE DI PANTAI KALBUT
Pantai kalbut yang menjadi salah satu titik dari 12 titik yang
dijadikan pemantauan hilal mulai pukul 17.00 WIB, di jawa timur tidak
ada satupun orang yang berhasil melihat hilal.
“Karena hilal tak berhasil dilihat, maka usia bulan Sya'ban digenapkan
menjadi 30 hari. Ini berarti, awal Ramadhan 1434 H jatuh pada hari Rabu
10 Juli 2013," ujarnya, irvan hilmy selaku ketua tim ahli palak
Kabupaten Situbondo.
Sementara wakil Bupati Situbondo, Rahmad SH, M Hum menuturkjan,
komitmen pemerintah Situbondo memfasilitasi gedung guna kegiatan ruyatul
hilal untuk siapapun, dari lembaga manapun untuk menggunakannya.
EXPO KEMBANG ELOK PERTAMA DI SITUBONDO
Menurut Kepala BPMP Situbondo, Drs. H. Achmad Djunaidi, MSi menuturkan, Kaum perempuan juga memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, ulet, tekun, terampil, kompetitis serta memiliki motivasi yang tinggi untuk mengembangkan potensi dirinya secara optimal, sehingga jika diasah dan dikembangkan akan berdampak positif kepada kehidupan pribadi, keluarga dan bahkan lingkungan disekitarnya.
“Tentunya dengan merangkaikan proses pembelajaran selama sosialisasi ini serta kejelian dalam membaca dan menangkap kesempatan yang ada, maka pelatihan ini akan bisa memberikan manfaat dan peluang usaha” imbuh kepala BPMP Situbondo.
“saya berharap tiga bulan kedepan acara kelompok perempuan pengembang ekonomi lokal (kembang elok) expo, bisa diulang kembali setelah adanya verifikasi dan penguatan lanjutan dari badan perberdayaan masyarakat dan perempuan Kabupaten Situbondo bekerjasama dengan Moerna Community Empowerment” harapnya.
Sementara, Sekretaris daerah (SEKDA) kabupaten Situbondo, Drs. H. Syaifullah, MM menyebutkan, dalam peningkatan kualitas hidup perempuan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari rencana pencapain tujuan – tujuan millenium development goals (MDGS) yang telah di sepakati oleh pemerintah indonesia.
Ada 8 tujuan:
1. Mengentaskan kemiskinan extrim dan kelaparan
2. Mewujudkan pendidikan dasar bagi semuanya
3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan pemberdayaan
4. Mengurangi jumlah kematian anak
5. Meningkatkan derajad kesehatan ibu
6. Memerangi penyakit HIV, AIDS, MALARIA, dan penyakit lainnya
7. Menjamin kelestarian hidup
8. Pengembangan kemitraan global untuk tujuan global
“Melalui kelompok perempuan pengembangan ekonomi lokal (kembang elok) kabupaten Situbondo, para pengembang ekonomi lokal berpartisipasi secara aktif membangun keluarga berkualitas, sejahtera dan mandiri, Serta keterlibatan Pemerintah Situbondo yang akan terbantu dalam peningkatan mobilitas dan profesionalisme penggerakan pemberdayaan ekonomi perempuan” harap SEKDA.
“Setiap perwakilan leading sektor yang mengikuti kegiatan expo kembang elok diharapkan secara aktif dapat memberikan masukan dalam bentuk pemikiran, ide, atau saran demi terwujudnya pemberdayaan perempuan yang produktif dan bernilai manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Situbondo” imbuhnya.
PUNCAK PERINGATAN HARI KOPERASI KE 66 JATIM BERPUSAT DI SITUBONDO DI AKHIRI DENGAN PELUNCURUAN BUKU MODUL ILMU KEWIRAUSAHAAN BERBASIS KOPERASI
Sementara dalam sambutan Dalam Sambutan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. H. R.B. Fattah Jasin, MS menuturkan, “Kontribusi koperasi dan UMKM sebesar 54,38%, penyumbang 7,27% pertumbuhan perekonomian di Jawa Timur”.
“Koperasi dan UMKM hingga saat ini sebanyak 29.152 unit koperasi di Jawa Timur, jumlah paling besar di Indonesia dengan anggota atau pengurus + 12 Juta. Sementara omsetnya + 10 s/d 15%, sementara, omset koperasi di Jawa Timur Rp. 30 Triliun di tahun ini” imbuhnya.
Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto, S.H dalam Sambutan selamat datangnya mengungkapkan, “Warna dari puncak peringatan hari koperasi ke 66 di Situbondo merupakan manfaat yang besar untuk kabupaten Situbondo menopang dan menguatkan Kelembagaan Koperasi tentu untuk Jawa Timur, Dengan program APBD untuk rakyat benar-benar dirasakan masyarakat sehingga moment ini mendapat sambutan banyak pihak, dengan koperasinya mengejar ketertinggalan-ketertinggalan untuk menjadi Situbondo yang maju, sehingga dapat menopang kemajuan ekonomi di Jawa Timur”.
Beberapa pesan Kementrian Koperasi yang disampaikan Deputi Produksi Kementerian Koperasi dan UKM - RI Drs. Braman setyo, M.Si “Bagi pegiat koperasi “Selamat Hari Koperasi” semoga semakin baik kedepannya, Hari koperasi ini adalah wahana introspeksi mendorong kinerja koperasi, dan pemerintah mencanangkan 2012 – 2017, merupakan Tahun kebangkitan dan revitalisasi koperasi ddalamn meningkatkan SDM penggiat koperasi serta Bagaimana koperasi terus maju”
“Deputi Produksi Kementerian Koperasi dan UKM - RI juga menjelaskan, Pada 2013, 6 koperasi besar di jawa timur yang akan di lombakan menjadi 300 koperasi besar se-Dunia”imbuh Drs. Braman setyo, M.Si. Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo menuturkan, “Kemiskinan wanita adalah kemiskinan keluarga Namun, kemiskinan laki-laki bukan kemiskinan keluarga, maka dari itu APBD 2014 Jatim untuk pembangun perekonomian perempuan”.
Langganan:
Komentar
(
Atom
)